Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label pemikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemikiran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2014

Dekat, Namun Sering Tak Terlihat

Pernah tidak, suatu ketika kau benar-benar menginginkan sesuatu dan sangat ingin memilkinya sesegera mungkin? Aku sering. Apa yang biasanya kau lakukan jika perasaan itu datang? Tentu kau akan berusaha mencari dan mendapatkan seseuatu yang kau inginkan tadi. Biasanya pencarian akan dilakukan ke tempat-tempat yang menurut kau strategis. Tak peduli jarak tempuh yang jauh maupun menghabiskan waktu yang lama asalkan sesuatu yang diinginkan tersebut dapat kau miliki. Tapi terkadang ada yang kau lupakan. Apa itu?
            Ya, terkadang kau lupa bahwa sesuatu yang kau inginkan tersebut mungkin ada di sekitarmu, bahkan di dekatmu. Terkadang kau terlalu fokus pada sesuatu yang jauh di sana. Padahal, di sini sesuatu yang kau inginkan itu ada di dekatmu. Sederhananya sih, yang jauh menjadi dekat, yang dekat menjadi jauh. Bahkan, terkadang ketika kau sudah berlelah-lelah mengeluarkan segenap tenagamu untuk meraih yang jauh itu dan tak kau dapatkan. Barulah kau sadar bahwa yang di dekatmu ada sesuatu yang kau inginkan itu dan bisa kau dapatkan dengan mudah.
            Mungkin jika ditelaah lebih rinci, kita sering mengalami hal sejenis di atas dalam kehidupan kita, bahkan dalam keseharian kita. Seperti yang aku alami beberapa hari yang lalu. Suatu ketika, aku mendapatkan berita bahwa salah satu temanku akan mengajak kami (aku dan beberapa teman lainnya) makan bersama dan ditraktir. Tentu kami tidak menolak dengan ajakan ini. setelah semua siap dengan kendaraan masing-masing, akhirnya kami memutuskan untuk makan di rumah makan yang jaraknya lumayan jauh dari kampus. Awalnya aku sempat berpikir, kenapa tidak di sekitar sini aja makannya, kan banyak tempat makan.

Minggu, 29 Desember 2013

DUTA

Setelah dipikir-pikir, ternyata setiap dari kita adalah seorang Duta. Menjadi  apapun kita, dalam profesi maupun kedudukan apapun. Baik yang kecil maupun yang tinggi sekalipun. Kita sebagai Duta memilki peran yang amat sangat penting, sebab baik buruknya pandangan masyarakat terhadap suatu profesi atau kedudukan sangat bergantung pada sikap dan pembawaan kita sebagai Duta. Jika Duta bersikap baik, maka profesi dan kedudukan tersebut akan mendapatkan label baik, begitu pula sebaliknya. Analoginya sederhananya akan aku gambarkan dalam beberapa penjelasan selanjutnya.
            Seorang pengemis merupakan duta bagi pengemis yang lain. Akhir-akhir ini santer sekali berita tentang pengemis kaya yang menjadikan mengemis sebagai profesi, bukan karena suatu keterpaksaan. Bahkan, ada sebuah media yang mengkalkulasi bahwa pendapatan pengemis hampir mencapai 9 juta per bulan -sangat menakjubkan-. Adapula media yang mengabadikan foto pengemis kaya yang berpose di depan mobil pribadinya. Akibat tingkah pola sang pengemis yang satu ini, banyak sekali orang yang geram dan tidak percaya lagi pada para pengemis. Padahal bisa saja ada orang yang mengemis karena benar-benar butuh dan terpaksa, namun karena perbuatan pengemis lain yang telah banyak menipu, sehingga para pengemis lain yang jujur dan benar-benar butuh ini menjadi terdzolimi karena perbuatan pengemis lainnya yang tidak jujur. Bahkan, aku pun semakin enggan bersedekah pada para pengemis karena kepercayaanku pada mereka telah semakin pupus. Penyebab hal ini tidak lain karena beberapa orang pengemis tidak bertanggung jawab, padahal ia merupakan Duta bagi para pengemis lainnya.
            Tak hanya pengemis yang mendapatkan label negatif akibat perbuatan duta-dutanya. Di negeriku ini, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) juga semakin luntur. Sebab, sangat sering masyarakat melihat di berbagai media bahwa para anggota DPR ini tidak menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Seakan-akan para anggota DPR ini hanya banyak berceloteh dan kurang memperjuangkan kepentingan rakayat, tidak sesuai dengan namanya. Beberapa dari anggora DPR terlibat kasus Korupsi, Skandal, bahkan tindakan asusila. Padahal tidak semua anggota DPR seperti itu, adapula anggota DPR yang benar-benar bekerja sepenuh hati untuk meperjuangkan nasib rakyat. Namun, karena perbuatan sebagian yang lain, semua anggota DPR mendapatkan label yang negatif dari masyarakat. Hal ini disebabkan karena sebagian Duta berbuat negatif, sehingga yang lainnya menjadi korban.

Rabu, 27 November 2013

Ku Ingin Dia yang Sempurna

Ku ingin dia yang sempurna... untuk diriku yang biasa...”
            Kalimat di atas merupakan kutipan lirik lagu yang akhir-akhir ini menjadi lagu favorit orang-orang di sekitarku, termasuk aku. Lirik yang bagus diimbangi dengan kualitas sang penyanyi yang tidak diragukan lagi kualitasnya. Saking sukanya, bahkan tak jarang aku dan teman-temanku menyanyikan lagu ini secara bersama-sama.
            Namun, ada hal lain yang menarik perhatianku pada lagu ini. bagiku makna dari lirik lagu ini menggambarkan kebanyakan watak manusia. Ya, manusia, makhluk yang paling sempurna dengan akal pikirannya. Sepertinya memang fitrah manusia untuk selalu berusaha untuk mencari yang sempurna. Nah, contoh konkrit misalnya, ketika beberapa waktu yang lalu saat aku berbelanja di sebuah toko sembako, ada seorang remaja putri yang sedang berdiri menunggu seseorang. Perawakannya seperti kebanyakan gadis sunda, putih, bersih dan cantik. Lalu, tiba-tiba datanglah seorang bapak-bapak yang kemudian menghampiri anak itu. Seorang bapak lainnya berkelakar mengejek sang bapak tadi.
ini benar anakmu?” katanya sambil tertawa
lah ia dong... cantik kan?” bapak si Anak terlihat bangga
gak percaya... kok beda banget ya... hahaha” si bapak tertawa terbahak-bahak
eh... jangan salah... bapaknya boleh jelek, tapi lihat dulu ibunya...haha” sang bapak berusaha menjawab lawakan bapak yang tadi.
            Melihat kejadian tersebut, aku hanya bisa ikut tertawa sambil berusaha berpikir lebih jauh. Oh... ternyata begitu ya... sang bapak dengan kata lain menikahi seorang wanita cantik dengan harapan dapat memperbaiki dan menyempurnakan keturunannya. Apakah cara tersebut diperbolehkan? Tentu boleh, sah-sah saja jika si bapak kemudian berusaha untuk menikahi istrinya yang cantik agar keturunannya menjadi lebih baik dan lebih sempurna daripada generasinya.

Kamis, 27 Desember 2012

Salah Satu Bentuk Main-Main


 "Menurutku Ga ada bedanya punya pacar atau tidak, karena pacaran itu adalah salah satu bentu main-main. Kalau mereka memang serius, mereka ga mungkin melakukan perbuatan yang namanya pacaran. Jadi, seseorang yang sudah punya pacar di sana lalu mau pacaran lagi di sini, itu sama saja. Sama-sama bentuk main-main karena dalam pacaran itu tidak ada ikatan apapun yang sah.”
           
          Kata-kata dari adek kelasku ini masih terus terngiang-ngiang dalam pikiranku sampai saat ini. Mutlak benar, pacaran memang salah satu bentuk perbuatan main-main dimana dalam prosesnya banyak dikendalikan oleh syaitan yang terkutuk. Mereka memang selalu akan menggoda manusia untuk melakukan perbuatan yang dilarang agama.
          
aku heran deh kalo orang pacaran itu dinasehati, mereka mesti bilang kami ga ngelakuin apa-apalah, kami pacaran serisulah, bahkan parahnya lagi malah bilang pacaran islami.  mana ada pacaran yang serius? Kalau memang serius, ya sudah menikah saja. Belum siap? Ya sudah ga usah pacaran. Bukannya di al-qur’an dan Hadist sudah jelas dinyatakan jauhilah zina dan segala penyebabnya. Kalau belum siap menikah, puasa saja. Pacaran ga ngapa-ngapain atau pacaran islami? Geram sekali mendengar orang menyandingkan kata islam dengan perbuatan yang tidak islami. Kalau istilah pacaran islami ini dibiarkan, maka akan muncul istilah-istilah dosa lainnya yang disandingkan dengan nama islam, seperti mabuk islami, judi islami, bahkan zina islami. Kamu mau seperti itu?

           Itu adalah nasehat yang diberikan oleh seseorang untuk seseorang. Jika aku menjadi orang yang dinasehati seperti itu, aku tentu akan sangat merasa malu, malu pada orang tersebut, malu pada teman-teman, dan pastinya malu pada Allah. Kenapa begitu susahnya meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah, pada itu semua untuk kebaikan kita sendiri. Berapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, bahkan banyak hal yang telah Allah berikan kepada kita tanpa kita pinta dari-Nya. Kita mungkin tidak pernah meminta kepada Allah untuk dilahirkan dari keluarga yang baik. Tapi, Allah memberikannya bukan?. Lalu, Kita mungkin tidak pernah meminta untuk dijadikan anak yang soleh tau solehah, tapi Allah memberikan-Nya bukan? Masih banyak lagi nikmat yang Allah berikan tanpa kita pinta. Tapi, kenapa tak bisa meninggalkan perbuatan yang dilarang-Nya?

Jumat, 14 Desember 2012

Awalnya dan Ternyata


Awalnya...ku kira kita telah terlampau jauh
Ternyata ...kita masih dekat, bahkan semakin dekat
Aku senang menyadarinya

Awalnya...ku kira kau menutup diri
Ternyata...kau sangat terbuka, bahkan sangat terbuka
Aku senang mengetahuinya

Awalnya...ku kira kau pemilih
Ternyata...kau menerima apa adanya, bahkan sangat menerima
Aku senang melihatnya

Awalnya...ku kira kau  tak bersahabat
Ternyata...kau sangat bersahabat, bahkan sekarang kita menjadi sahabat
Aku senang merasakannya

Terkadang kau, aku dan kita sering terjebak pada persepsi pikiran kita masing-masing. Bahkan terkadang kita sering tidak berkembang karenanya. Awalnya mengira ini...ternyata yang benar itu. Awalnya merasa begini...ternyata yang benar begitu. Awalnya berpikiran kesana...ternyata yang benar kesitu. Selanjutnya, marilah kita belajar untuk tidak selalu terjebak pada ini semua, melihat lebih objektif, melihat lebih luas, dan melihat lebih dewasa karena inilah waktunya... telah tiba padaku, padamu, dan pada kita semua.

Kamis, 13 Desember 2012

Sederhana


Seorang kakek tua renta dan buta datang kepada Rasulullah Muhammad SAW dan mendaftarkan diri untuk berperang berperang bersama para sahabat dan Rasulullah. Lalu Rasulullah berkata:

“Wahai Bapak tua, sesungguhnya kau telah sampai pada masa uzurmu. Kau tidak perlu ikut pada peperangan ini. Kau sudah tidak wajib berperang”

            Menurutku, sangat masuk akal ketika Rasulullah mengatakan hal demikian. Karena secara fisik bapak tersebut sudah sangat tua ditambah pula dalam keadaan buta. Sehingga secara akal dapat dipastikan bapak tersebut tidak akan mampu untuk melawan musuh di medan perang.

Mendengar kalimat Rasulullah tersebut, sang bapak tua tidak serta merta menurut dan pulang, beliau lalu berkata pada Rasulullah:

“Ya Rasulullah…izinkanlah aku ikut berperang, aku hanya ingin menjadi sebuah titik di antara pasukan kaum muslimin… sehingga dapat menggentarkan para musuh”

Subhanallah…betapa seserhana cita-cita bapak tersebut, dia tidak memilki cita-cita yang muluk-muluk seperti ingin membunuh musuh sebanyak-banyaknya, dia tidak pula berkeinginan untuk memenggal kepala panglima perang dari musuh. Tapi, dia hanya ingin menjadi sebuah titik. Ya, sebuah titik yang dapat menggentarkan musuh kaum muslimin. Kenapa? Karena ketika di padang pasir  para pasukan hanya terlihat seperti titik-titik. Oleh karena itu, bapak tua ini ingin menambah sebuah titik dari pasukan kaum muslimin sehingga ketika di padang pasir, titik-titik pasukan muslimin akan terlihat semakin banyak dan tentu hal ini dapat menggentarkan musuh karena pasukan kaum muslimin terlihat banyak. Sederhana bukan? Hanya sebuah titik. Tapi bapak tersebut tidak pernah merasa dirinya tidak berarti meskipun dia hanya berupa satu titik.

Senin, 26 November 2012

it's my turn

after i read my friend's writing in his blog, i am inspired to write my blog in english (thanks for inspiring me). recently, i was so grateful because Allah gave me some opportunity to get some experience in learning something (education and religion). usually, i always feel underestimate myself to do something because i think there are many others that can do that beside me.  
consequently... i can't increase my ability whereas other people outside there have developed theirself. and you know what am i doing? i'll blame myself and envy to others -what a bad habit-. but now, i don't want to make it survive for long time in my character. i'll try to throw it away from me and i'll exchange it with a good habit. 
i want to focus on my good activity, don't think much about other people opinion -bad apinion- and try to give the best for others. It's my turn guys... :)

Senin, 29 Oktober 2012

Terkabul Melalui Berbagai Cara, So Take a Note


Hmm…besok ujian BLK (Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya), bosen baca slide terus –hehehe,,,males baca buku- jadi refreshing bentar dulu ah, nulis-nulis sesuatu. Apalagi slidenya pake B.inggris, jadi perlu bolak balik buka kamus bikin capek juga.
            Tidur-tiduran di kamar tiba-tiba ngelirik sesuatu yang tertempel di dinding kamar. 100 daftar impian Pradila Maulia yang aku buat sejak zaman TPB dan Alhamdulillah masih ada sampe sekarang. 100 impian tersebut aku buat ketika dulu dapet motivation training dari ust.Aris dan ngeliat video dari kak Danang gitu, jadi pengen buat –siapa tau bisa mengikuti jejak kesuksesan beliau, amin-. Lalu aku buat semua keinginan dan impian yang ingin aku capai waktu itu, dari yang terkecil hingga yang untuk masa depan banget. Target nikah? Ada juga –hehe, meskipun aku ubah tahunnya karena merasa terlalu cepat :D- totalnya ada 105 impian.
            Dulu ketika di Asrama TPB tepatnya di A1 kamar 127 lorong 10 –masih inget ternyata- aku menempel 105 daftar impianku di dinding dekat tempat tidur. Kebetulan tempat tidurku di ranjang atas jadi ketika aku tempel lumayan terlihat oleh orang-orang yang ada di bawah. Di salah satu daftar impianku ada beberapa impian yang aku tulis ngasal biar bisa nyampe 100 impian bahkan lebih. Nah… salah satu impian yang aku tulis adalah “Ingin Punya Baju tidur Baru” ecek-ecek banget ga sih impianku yang satu ini? -___-‘’

Kamis, 25 Oktober 2012

Sudah 3 Kali Idul Adha di Sini



Hari ini Alhamdulillah aku dan beberapa teman-teman kosan menjalankan puasa sunnah Arafah. Meskipun, niat puasaku bukan untuk puasa arafah. Tapi, buat ganti puasa bulan Ramadhan –hehe…hutangku masih tinggal 5 lagi- so, karena masih ada kewajiban yang belum ditunaikan, maka laksanakan yang wajib dulu, baru yang sunnah –betul?-. setelah aku dan teman2 berbuka puasa tiba-tiba terdengar suara sayup-sayup yang sangat menggetarkan hati.

“Allahu akbar3x…. Laa..ilaaha illallahu wallahu akbar…Allahu akbar wa lillahilham…”

Teman se-kosanku langsung berteriak “Huaaaa...takbir…” ada pula yang langsung menagis karena tidak bisa pulang ke kampong halaman dan merayakan idul Adha bersama keluarga. Aku sendiri? Tak tau kenapa, hatiku sempat merasa Nyessss…. Ada cipratan rasa sedih dan terharu mendengar suara takbir dari satu masjid yang tak jauh dari kosan. Tiba-tiba pikiranku terbayang ketika mendengar takbiran di rumah bersama keluarga. Yah, meskipun disini suasananya beda, kalau di rumah suara takbir sangat ramai bersaut-sautan karena rumahku di kelilingi masjid dari seluruh arah mata angin, jadi kerasaaa…bangeeet kalo lebaran. Ada rasa senang, tapi rasa senang yang berbeda dari rasa senang yang lain, senang tapi terharu, senang tapi sedih, senang tapi….banyak deh rasanya, campur aduk jadi satu.
Ini adalah idul Adha kali ketiga aku rayakan di tanah rantau, yup di Bogor. Tepatnya di Institut Pertanian Bogor (IPB) –pikiran langsung kebayang lagu dangdut…bang toyib…bang toyib… mengapa tak pulang-pulang…hahaha- yah,,,mirip dikit lah sama bang toyib, bedanya bang toyib cari nafkah untuk keluarga, aku cari ilmu untuk masa depan lebih baik -aseekk-. Meskipun udah kali ketiga, tetap saja ada rasa yang berbeda ketika mendengar takbir di tanah rantau –buat kalian yang anak rantau, ngerti kan???-.

Sabtu, 15 September 2012

Jangan Sempit ya Kawan…


Pada suatu hari ada seorang pemuda berjalan di sebuah gedung yang megah. Dia sangat terkagum-kagum melihat keindahan ukiran-ukiran serta hiasan di gedung tersebut. Tiba-tiba dia dikagetkan oleh sebuah suara yang sangat jelek, pemuda tersebut bergumam dalam hati bahwa dia tidak pernah mendengar suara sejelek itu sebelumnya. Kemudian peuda tersebut mencari-cari sumber suara hingga dia tiba di sebuah ruangan dimana suara itu bersumber. Kemudian pemuda tersebut membuka ruangan itu, dan ternyata suara tersebut besumber dari biola yang dimainkan anak kecil yang tidak mengerti cara memainkan biola. Pemuda tersebut langsung berkata:
“oh,,,seperti ini ya suara biola. Aku tidak ingin mendengar suara biola lagi, jelek sekali… ”
Di hari yang lain, pemuda tersebut mengunjungi gedung yang megah tersebut lagi. Ketika dia sedang berjalan-jalan, dia mendengar suara yang sangat indah dan merdu. Dia tidak pernah mendengar suara semerdu itu sebelumnya. Sang pemuda merasa sangat penasaran ingin menemukan sumber suara yang indah itu. Dia terus mencari-cari, hingga akhirnya dia tiba di sebuah ruangan tempat sumber suara itu. Ketika dia membuka pintu ruangan, dia melihat seorang maestro biola sedang memainkan biola. Dia terlihat begitu ahli dan bermain tanpa cela hingga mengahsilkan suara yang sangat indah. Pemuda tersebut langsung berkata:
“indah sekali suara biola ini…aku ingin terus mendengar suara biola seperti ini

Rabu, 08 Agustus 2012

Jika Mereka Bertanya, Kenapa Aku Berjilbab?


wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin ‘hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ’ yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (Q.S Al-Ahzab: 59)

Jika mereka bertanya, kenapa aku berjilbab?
Aku jawab:
1.      Karena aku merasa aman ketika memakai jilbab
Suatu ketika aku bertemu dengan adek Omdaku yang awalnya tidak memakai jilbab, lalu ketika kami bertemu saat itu, dia telah memakai jilbab (benar-benar makin cantik). Merasa penasaran akan perubahan pada adekku ini, iseng-iseng aku ajak ngobrol adekku yang satu ini

“Dek, makin cantik aja deh sekarang...sejak kapan pake jilbab?”

“alhamdulillah mbak... sejak beberapa hari yang lalu” dia menjawab malu-malu

“kalo boleh tau, gimana awal mulanya kok kamu memutuskan memakai jilbab?”

“itu mbak, tiap hari jumat kan di kampus ada hari jilbab dan koko, trus aku coba-coba pake jilbab mbak. Pas sampe di kelas tuh teman-teman pada ngeledekin. Aku jadi ngerasa gimana gitu mbak...tiba-tiba ada temen cowok yang mau mukul bahuku (biasanya udah biasa sih...soalnya kami udah akrab banget) eh...tiba-tiba ada teman cowok lainnya yang mencegahnya, dan dia bilang gini ‘jangan gitu Bro...dia kan udah pake jilbab, masa lo asal pukul sih...jangan sembarangan Bro’ aku kaget banget mbak, mereka begitu menghormati dan melindungi wanita yang memakai jilbab, mereka juga lebih menjaga jarak dan lebih sungkan sama aku. Kayaknya lebih enak pake jilbab deh...lebih aman...makanya aku memutuskana untuk memakai jilbab. Mohon doanya ya mbak biar aku tetap istiqomah ”

“amin...ia dek,,,insyaAllah (dalam hati aku mengucapkan subhanallah...Alhamdulillah ya Allah...)”

Jika mereka bertanya, kenapa aku berjilbab?
Aku jawab:
2.      Aku ingin menghargai hak orang lain
Hak orang lain? Ya...benar aku ingin menghargai hak orang lain yang telah berusaha susah payah menjaga pandangannya dan menjaga hatinya. Ada sebuah tulisan seorang temanku di blognya, dia berpendapat bahwa dia tidak peduli para perempuan mau memakai rok di atas lutut, di atas paha atau tidak memakai sama sekali, itu hak mereka. Tapi, seharusnya mereka sadar bahwa ada hak orang lain yang juga harus mereka hargai. Mereka harus menghargai hak orang lain yang ingin mensucikan pandangan dan hati mereka. Sebagai seorang laki-laki yang termasuk sholeh menurutku, temanku ini terlihat geram dalam tulisannya terhadap wanita-wanita yang tidak sadar telah mengambil hak mereka. Meskipun aku sendiri adalah seorang wanita, ketika aku membaca tulisan temanku ini, aku membenarkan pendapatnya. Sebab pada zaman sekarang ini banyak sekali wanita yang dengan tanpa malu memamerkan aurat mereka. Apabila terjadi tindak pelecehan misalnya, mereka akan cenderung menunjuk kaum Adam sebagai pihak yang paling bersalah.  Sedangkan mereka sendiri tidak mengoreksi diri sendiri bahwa mereka juga ikut andil dalam hal tersebut (terlepas dari kasus lain dimana kaum wanita yang teraniaya).
Guruku pernah mengatakan bahwa setiap sesuatu yanga ada pada wanita itu menjadi menarik di mata laki-laki. Ujung kuku wanita saja dapat memancing syahwat laki-laki, apalagi bagian-bagian lain dari wanita yang memang secara langsung dapat menimbulkan syahwat yang besar.

Rabu, 04 Juli 2012

Gap yang Semakin Melebar

"kami tidak butuh orang yang wah,,,karena biasanya mereka lebih ribet dengan pikiran mereka sendiri, lebih baik orang yang simple, santai, dan bersungguh-sungguh. itu saja"

itulah petikan statusku di FB beberapa hari yang lalu, yah mungkin terdengar menjudge seseorang, padahal tidak. itu adalah ungkapan perasaanku melihat beberapa hal yang terjadi dan menjadi hal yang dianggap biasa di kampusku, atau mungkin di masyarakat umumnya telah berlaku seperti itu? entahlah, yang pasti aku tidak suka dengan sistem sperti itu. sistem apa? baiklah akan aku rincikan sistem apakah itu.

mungkin aku termasuk orang yang tidak suka "menganggap Wah" setiap sesuatu (ini hanya berlaku untuk makhluk ya) sebab bagiku setiap orang itu memilki kelebihan masing-masing yang berbeda dari yang lainnya, jadi untuk apa membedakan kalau yang ini Wah dan keren sedangkan yang lainnya cemen, tidak berkualitas dan lain-lain.

sepertinya tulisan ini makin membingungkan, maaf sebelumnya mungkin karena aku menulis dalam keadaan yang penuh luapan emosi yang bercampur aduk -he-. perasaan ini mulai aku rasakan ketika aku berdiskusi dengan dua orang kakak kelasku di sebuah stand Penyambutan mahasiswa baru. 2 kakak kelasku ini memang termasuk orang yang kocak namun pemikiran mereka sangat mendalam -kritis-. awalnya percakapan dimulai dengan gaya bercanda "Ala kami" anak madura apabila bertemu satu sama lain. namun gelak tawa dan bercandaan kami terhenti ketika 2 kakak kelasku ini melihat sesuatu yang aku pakai -something-. melihat something mereka langsung saja mem-bullyku. aku yang telah biasa dengan tingkah kocak dan aneh mereka tidak terlalu menghiraukan bercandaan mereka. namun, di tengah bercandaan mereka ada kalimat mereka yang menurutku menarik dan sesuai dengan apa yang ku rasakan selama ini.