Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Januari 2014

Lebih Baik tak Melihat Sebab Akan Terus Terbayang

Terkadang, ada beberapa hal yang lebih baik kita hindari karena dengan melihatnya justru akan mengacaukan kinerja pikiran. Meskipun hanya sekali atau sekilas, butuh waktu yang cukup lama untuk menghapuskannya dari memori otak. Untuk hal-hal yang bersifat kurang positif dan memilki karakter seperti ini, aku memilih untuk tidak melihat atau menghindar saja, mencari aman lebih tepatnya. Tak apalah aku dijuluki ‘si penakut’, ‘cupu’ atau panggilan lainnya oleh rekan-rekanku yang menganggap sikapku ini berlebihan. Aku tak peduli, lebih tepatnya aku berusaha tak peduli, sebab jika aku memaksakan maka hal-hal itu akan terus terbanyang dan mengganggu aktivitasku.
            Aku sangat anti menonton film-film sadis seperti pembunuhan, psikopat atau film seram seperti film hantu dan monster-monster yang menakutkan. Bagiku, film-film seperti itu dapat membawa dampak negatif dalam kehidupanku. Aku takut saja, apabila aku menonton film-film sadis yang menceritakan pembunuhan oleh psikopat, aku akan meniru cara-cara yang dilakukan oleh psikopat dalam film tersebut. Bisa saja bukan? Sebab pada dasarnya, manusia merupakan makhluk peniru. Bisa saja aku melakukan hal-hal tak terduga karena terinspirasi dari film yang aku tonton. Aku tidak ingin menjadi peniru hal-hal yang dilakukan psikopat dalam film tersebut. Berlebihan? Mungkin ia, rekan-rekanku sering berseloroh bahwa aku berlebihan. Tapi aku tetap saja tak mau terpengaruh, bagiku lebih baik mencegah daripada kadung terjadi -haha-.

Selasa, 09 Juli 2013

Kuliah Kerja Profesi di Garut

Departemen memutuskan bahwa untuk kegiatan Kuliah Kerja Profesi  (KKP) bagi angkatanku hukumnya sunnah. Artinya kami diberi kebebasan untuk memilih KKP, magang, ataupun berlibur di rumah. Mendengar keputusan tersebut, aku benar-benar tidak suka. Sebab, hal tersebut justru membuatku bimbang harus memilih yang mana. Akhirnya aku mulai mencari info siapa saja teman-temanku yang ikut KKP atau magang. Usut puya usut, ternyata bagi yang memilih KKP, akan masuk sks. Wah,,,lumayan tuh,,,akhirnya, sedikit mantap aku memutuskan untuk mendaftar KKP. Daerah yang aku pilih adalah Jambi atau Garut. Namun, ternyata akhirnya aku ditempatkan di Garut. Semoga saja ini yang terbaik ya Allah...amin...

Setelah ujian akhir semester berakhir, ada jeda sekitar satu minggu menuju KKP. Sedih sekali saat itu, adikku ada fieldtrip ke Bali, si Ulfi mau pulang ke Madura. Huft... aku ngapain ya di kosan? Akhirnya aku memutuskan untuk menelpon ibu. Pas aku cerita bahwa aku sendirian di kosan, beliau bilang “ya udah pulang aja” waoww...beneran nih? Asyikk...akhirnya aku langsung caoo...memesan tiket kereta. Tapi, sayang banget,,,malam sebelum aku pulang ke Madura, aku dan Ulfi mengalami kecelakaan motor, lututku luka, dan ada beberapa lebam di badan. Alhasil... aku pulang dalam keadaan badan yang remuk #ngilu. Selama di kereta, aku dan ulfi benar-benar merasa remuk di sekujur badan, sampai mengangkat tanganpun terasa ngilu semua. Tapi... keetika ingat bahwa tujuan kami adalah pulang, semua terasa ringan kembali.

Beberapa hari berada di rumah membuat semangatku benar-benar kendor untuk mengikuti KKP, tidak ada semangat. Sampai-sampai, aku merasa menyesal kenap aku memilih KKP, kenapa ga memilih libur aja. Sempat berencana untuk membatalkan KKP, tapi teman-teman kembali mengingatkan bahwa banyak hikmah yang bakal aku dapat di KKP ini. setelah dipikir-pikir sih, jika aku membatalkan KKP, maka aku akan merusak  sistem. Okelah... akhirnya aku tetap bertahan untuk tetap memilih KKP. Ya Allah..semoga ini memang yang terbaik...amin...