Hari ini seperti
biasa adalah pergantian mata kuliah dari ekonomi Pembangunan II ke Ekonometrika
I. ada jeda sekitar 1 jam, jadi aku putuskan untuk makan siang di sebuah kantin
di kampus yakni kantin SAPTA. Aku suka sekali suasana kantin ini, yah meskipun
aku tidak terlalu suka makanannya sih -hee- aku suka suasananya yang rame, apalagi
kalau sedang jam makan siang wuih,,,bener-bener rame dah pokoknya :D. Biasanya,
aku suka sendirian makan di kantin ini, suasananya jadi gmanaaa,,,gitu ketika
aku sendiri di tempat yang sangat rame –berasa bebas-.
Oke, langsung
aja deh ke inti ceritaku. Ketika melihat judul di atas, mungkin orang-orang
akan menilai tulisanku ini terkesan angkuh dan sombong. Sok banget, bilang
Berjaya di kandang sendiri. Bukan itu sih tujuannya, aku menulis ini karena aku
ingin bercerita tentang pengalamanku beberapa waktu yang lalu. Jadi gini
ceritanya, beberapa waktu yang lalu aku dan adikku serta sepupuku yang bernama
Nuri berdiskusi tentang sebuah berita yang sedang menyebar di internet tentang
seorang ahli genetika dari Einstein College yang merupakan pembesar Yahudi yang
masuk islam karena beliau meneliti tentang keistimewaan masa iddah dalam islam.
kami bertiga sangat tertarik membahas topik ini, sampai akhirnya aku mengajukan
usul untuk membuat karya tulis ilmiah al-Quran tentang topik tersebut.
Dita dan Nuri
langsung setuju mendengar usulku, dan kebetulan di LDF FMIPA IPB sedang berlangsung
kompetisi tersebut, cocok banget. Makanya kami memutuskan untuk langsung
menulis dan mengirimkan karya kami. Bukan mahasiswa Indonesia namanya jika
tidak mengerjakan tugas mepet deadline. Nah, begitu juga kami, di hari terakhir
kami baru baru kerepotan mencari dosen pembimbing dan ngprint sana sini agar
karya tulis dapat terkumpul tepat waktu. Untungnya, ada dosen PAI (Pendidikan
Agama Islam) kami yang mau berbaik hati menjadi dosen pembimbing kami, beliau
memberikan masukan dan nasehat-nasehat yang sangat bermanfaat untuk kami.
Terimaksih banyak Ustadzah Neneng J.



