Subscribe:

Selasa, 27 Maret 2012

struggle to UNAIR

PART II
pengumuman peserta semifinal sudah keluar, kami diberi waktu seminggu untuk mempersiapkan semuanya. hal pertama yang kami siapkan adalah membuat produk selai belilmbing wuluh kami. belimbing wuluh cukup melimpah di kampus. jadi kami hanya cukup meminta izin untuk mengambil belimbing wuluh tersebut kepada petugas. sebab belimbing wuluh masih sangat jarang dimanfaatkan. lihat saja gambar ini











gambar belimbing wuluh berserakan tidak dimanfaatkan










aku sedang mengambil belimbing wuluh yang berserakan

 aku dan ulfi memanen belimbing wuluh
di gambar sudah bisa menjelaskan alasan kami kenapa kami mengambil belimbing wuluh sebagai objek dari projek kami. melimpah, tak termanfaatkan, namun memilki banyak manfaat apabila diolah dengan baik -nah,,,makanya kami membuat selai dari belimbing wuluh :D-. setelah belimbing wuluh dan segala bahan-bahan yang dibutukan telah siap, kami mulai membuat produk. awalnya gagal -hiks,,sedih- tapi kami terus berusaha membuat dan mencari informasi di internet cara membuat selai lembaran. akhirnya,,,setelah beberapa proses, alhamdulillah produk kami selesai juga -hore...-

Rabu, 14 Maret 2012

struggle to UNAIR


PART I
            Nah...sekarang aku akan bercerita tentang UNAIR. Yup...tentang perjuanganku –dan teman-temanku tentunya- ke UNAIR –sesuai sama judul tulisan ini- perjuangan apa? Sebenarnya terlalu lebbay sih kalau dibilang perjuangan, karena ga sampe perang-perangan gitu :D. Perjuangan di sini maksudnya perjuanganku dan teman sekelompokku membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang kemudian kami kirim ke lomba karya tulis ilmiah nasional yang diadakan oleh UKM penalaran UNAIR. Nama lombanya AIRLANGGA IDEAS COMPETITION (AIC) 2011 –udah tahun kemaren sih...baru sempat nulis sekarang :D-.
            Cerita ini berawal ketika adekku -Dita- dan temanku -Ulvi- membawa informasi tentang lomba AIC ke kamarku. Mereka terlihat sangat antusias untuk mengikuti lomba ini -maklum mereka ini termasuk anak yang aktif dalam penulisan karya ilmiah sejak SMA-. Semangat mereka terlihat jelas ketika berdiskusi untuk mencari ide untuk penulisan karya ilmiah ini. bahkan, saking semangatnya mereka berencana untuk mengirimkan 2 karya ilmiah ke AIC –buat satu aja susah, ini malah mau ngirim dua...hadeuh...-. aku sendiri terkesan kurang tertarik untuk mengikuti lomba tersebut. Namun, karena melihat semangat mereka yang begitu besar, akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam tim J.  Pada suatu malam, kami bermusyawarah untuk menentukan ide apa yang akan kami tulis, dan akhirnya setelah diskusi yang culkup panjang dan melelahkan -hehe- kami putuskan untuk menulis tentang            PEMBUATAN SELAI BELIMBING WULUH BERBENTUK LEMBARAN –hore...- setelah proses ba bi bu penulisan, akhirnya karya tulis kami pun selesai. Sayangnya, kebiasaan mahasiswa Indonesia sangat melekat pada kami, yaitu menyelesaikan sesuatu pas pada deadline yang ditentukan. Yup, hari itu adalah hari terakhir pengriman KTI kami ke AIC. Setelah dimusyawarahkan, akhirnya kami memutuskan untuk mengirim KTI tersebut melalui JNE yang ada di dekat toko buku di kampus. Alhamdulillah...akhirnya KTI tersebut berhasil kami kirim pada hari itu juga –semoga cepat sampai. Amin...-
            Hasil seleksi AIC akan diumumkan seminggu setelah deadline. Kelompok yang masuk 10 besar semifinal harus mempresentasikan KTI secara langsung di UNAIR. Kami menunggu dengan penuh harap –lolos ga ya,,,?-. meskipun harap-harap cemas, namun kami tetap berusaha ikhlas karena semuanya telah diatur oleh ALLAH SWT. Kalau lolos ya...alhamdulillah, kalau ga lolos ya ga papa. Berarti kami harus berkarya lebih baik lagi J. Seminggu kemudian, ketika aku baru saja pulang kuliah dan mau masuk ke kamar, aku sangat terkejut karena Dita dan Ulvi bersorak-sorai karena KTI kami lolos masuk 10 besar semifinalis. Alhamdulillahirobbilalamin.... :)
  

Jumat, 20 Januari 2012

SELALU SAMA SEPERTI INI, BAGAIMANA CARA MENGUBAHNYA?

Hari ini aku berada di rumah. Sudah sejak tanggal 15 kemarin aku pulang, karena di kampus sedang libur. Senang sekali rasanya ketika pertama kali sampai di rumah dan bertemu dengan orang tuaku.  Rasa rindu yang selama ini mengusik tidurku telah terobati sudah dengan pertemuan ini. Berbagai hidangan makanan telah siap di dapur. Orang tuaku selalu saja mempersiapkan makanan seperti ini setiapa anaknya yang jauh baru pulang. Ritual seperti ini selalu dilakukan orang tuaku sejak kakakku kuliah dulu hingga aku sekarang.
            Memang wajar sih, kenapa orang tuaku mempersiapkan semua itu. Sebab orang tuaku mengerti bahwa kami (aku dan kakakku) jarang menikmati makanan seenak masakan rumah selama di kampus. Melihat makanan yang begitu menggoda, aku langsung memutuskan untuk mandi, ganti baju, dan langsung makan. Nyam...nyam...mantap :D. Setelah selesai makan, ritual lain yang aku lakukan dengan orang tuaku adalah bercerita (ngobrol) tentang semua hal yang aku alami. Berbagai macam hal... mulai yang menyenangkan, lucu, menjengkelkan, dan menggelikan. Semuanya yang aku ingat aku ceritakan. Hari pertama biasanya aku habiskan dengan banyak ngobrol dan tidur karena aku cukup lelah menempuh perjalanan Bogor-Madura (kira-kira 1 hari 1 malam) di kereta.

Sabtu, 03 Desember 2011

OOPS...KOMPUTER KHUSUS PETUGAS


Hari ini aku kuliah siang. Jam 1 siang aku baru masuk kuliah. Biasa...kuliah pengantar akuntansi setiap hari rabu siang. So...biar ga buang-buang waktu, aku memutuskan untuk mengerjakan tugasku membuat dan merampungkan buletin rohis kelas (nama rohis kelasku keren lho...namanya DIRHAM, saudaraan sama rohis kelas Ekonomi Syariah yang namanya DINAR). Bahan untuk buletin sudah aku cari tadi malam. Jadi, sekarang tinggal pengeditan dan penambahan pernak-pernik (kayak baju aja...hehe). setelah aku utak-atik, tambah ini dan tambah itu...jadI deh buletin rohisnya (hore...alhamdulillah yah... :D). Saat itu jam menunjukkan pukul 10.00 pagi, lalu aku putuskan untuk mandi dan langsung berangkat ke kampus (rajin banget ya...padahal kuliahnya masih jam 1 siang). Yah...itu memang aku sengaja, soalnya aku pengen baca buku makroekonomi dulu (ce’ileh...).
            Aku berangkat dari kontrakan menuju kampus dan menuju perpustakaan. Tiba di perpus, aku duduk di sofa yang empuk dan di dekat air mancur (wuih...bikin pikiran sueger...). duduk sebentar dan sreet....lalu aku berniat mengeluarkan buku mikro-ku untuk dibaca. Tapi...ada yang lebih menarik perhatianku, yaitu tempat layanan digital. Wah...lebih baik ke sana aja bisa ngenet gratis :D. masuk ke ruangan itu, cukup rame hampir full...aku mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan,,,dan,,,eh, ada satu yang kosong. Asyik... segera aku mengisi daftar hadir dulu dan,,langsung cap cus...ke depan layar komputer. Yang ingin aku cari adalah harga dari satu buku yang ingin aku beli untuk kakak kelasku, Faiz Rohman Fajary. Eits...jangan berpikir yang macem2 dulu, aku cari buku itu buat gantiin bukunya dia yang aku pinjemin ke temenku dan belum dibalikin sampe sekarang gara-gara kami jarang ketemu. Kakakku yang satu ini nagih terus bukunya, lewat sms, lewat fb, lewat e-mail, dan nagih secara langsung (sebenernya aku tau dia cuma bercanda sih,,,tapi ga enak juga lama-lama ditagih terus). So...aku putusin untuk menggantinya aja. Aku ganti pun ga bakal rugi, kenapa? Soalnya, nanti buku yang dipinjem temenku itu juga bakal dikembaliin dan aku jadi punya buku itu kan? Selain itu, bukunya bagus banget. Judul bukunya “menatap punggung Muhammad” very recomended book dah pokoknya (kalo ga percaya..coba deh cari di google dan langsung baca...terharu banget bacanya).