Subscribe:

Rabu, 05 September 2012

Sakura di IPB


Hmmm...setelah sekian lama mudik dan liburan di rumah tercinta –Pamekasan, Madura- akhirnya tanggal 25 Agustus kemaren aku tiba lagi nih di Institut Paling Bagus IPB -he-. Sebenarnya agak nyesek juga sih harus balik tanggal 24 Agustus dari rumah, why? Soalnya tgl 23-nya adalah hari pernikahan Mbakku yang no.2. so, tepat keesokan hari setelah pernikahan mbakku itu, aku harus balik ke IPB meninggalkan hiruk pikuk kesibukan orang rumah setelah hajatan pernikahan itu. Tapi... inilah pembuktian akan komitmenku terhadap acara kepanitiaan MPF (Masa Perkenalan Fakultas) dan MPD (Masa Perkenalan Departemen) yang aku ikuti. Meskipun sebenarnya komitmenku tidak terlalu tepat sih...soalnya di awal kepanitiaan, sang ketua panitia menganjurkan agar semua panitia sudah berada di IPB tanggal 24 Agustus karena tanggal 25 ada gladi resik. :D
Aku tiba di IPB sekitar jam 10 malam, lalu membersihkan, merapikan dan mengepel kamar malam itu juga sampe jam 12 malam. Alhasil, sepertinya aku baru bisa memejamkna mata jam 01.00 pagi. Selanjutnya, jam 05.00 pagi sudah harus kumpul di lapangan belakang Gymnasium untuk acara MPF. Sebenarnya ga terlalu yakin sih fisikku bisa kuat melaksanakan acara MPD dan MPF 3 hari berturut-turut setelah menempuh perjalanan jauh dari jawa paling timur ke jawa paling barat. Tapi...aku tetap optimis, sebab inilah yang aku pilih, maka aku harus total di sini.

Rabu, 08 Agustus 2012

Jika Mereka Bertanya, Kenapa Aku Berjilbab?


wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin ‘hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ’ yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (Q.S Al-Ahzab: 59)

Jika mereka bertanya, kenapa aku berjilbab?
Aku jawab:
1.      Karena aku merasa aman ketika memakai jilbab
Suatu ketika aku bertemu dengan adek Omdaku yang awalnya tidak memakai jilbab, lalu ketika kami bertemu saat itu, dia telah memakai jilbab (benar-benar makin cantik). Merasa penasaran akan perubahan pada adekku ini, iseng-iseng aku ajak ngobrol adekku yang satu ini

“Dek, makin cantik aja deh sekarang...sejak kapan pake jilbab?”

“alhamdulillah mbak... sejak beberapa hari yang lalu” dia menjawab malu-malu

“kalo boleh tau, gimana awal mulanya kok kamu memutuskan memakai jilbab?”

“itu mbak, tiap hari jumat kan di kampus ada hari jilbab dan koko, trus aku coba-coba pake jilbab mbak. Pas sampe di kelas tuh teman-teman pada ngeledekin. Aku jadi ngerasa gimana gitu mbak...tiba-tiba ada temen cowok yang mau mukul bahuku (biasanya udah biasa sih...soalnya kami udah akrab banget) eh...tiba-tiba ada teman cowok lainnya yang mencegahnya, dan dia bilang gini ‘jangan gitu Bro...dia kan udah pake jilbab, masa lo asal pukul sih...jangan sembarangan Bro’ aku kaget banget mbak, mereka begitu menghormati dan melindungi wanita yang memakai jilbab, mereka juga lebih menjaga jarak dan lebih sungkan sama aku. Kayaknya lebih enak pake jilbab deh...lebih aman...makanya aku memutuskana untuk memakai jilbab. Mohon doanya ya mbak biar aku tetap istiqomah ”

“amin...ia dek,,,insyaAllah (dalam hati aku mengucapkan subhanallah...Alhamdulillah ya Allah...)”

Jika mereka bertanya, kenapa aku berjilbab?
Aku jawab:
2.      Aku ingin menghargai hak orang lain
Hak orang lain? Ya...benar aku ingin menghargai hak orang lain yang telah berusaha susah payah menjaga pandangannya dan menjaga hatinya. Ada sebuah tulisan seorang temanku di blognya, dia berpendapat bahwa dia tidak peduli para perempuan mau memakai rok di atas lutut, di atas paha atau tidak memakai sama sekali, itu hak mereka. Tapi, seharusnya mereka sadar bahwa ada hak orang lain yang juga harus mereka hargai. Mereka harus menghargai hak orang lain yang ingin mensucikan pandangan dan hati mereka. Sebagai seorang laki-laki yang termasuk sholeh menurutku, temanku ini terlihat geram dalam tulisannya terhadap wanita-wanita yang tidak sadar telah mengambil hak mereka. Meskipun aku sendiri adalah seorang wanita, ketika aku membaca tulisan temanku ini, aku membenarkan pendapatnya. Sebab pada zaman sekarang ini banyak sekali wanita yang dengan tanpa malu memamerkan aurat mereka. Apabila terjadi tindak pelecehan misalnya, mereka akan cenderung menunjuk kaum Adam sebagai pihak yang paling bersalah.  Sedangkan mereka sendiri tidak mengoreksi diri sendiri bahwa mereka juga ikut andil dalam hal tersebut (terlepas dari kasus lain dimana kaum wanita yang teraniaya).
Guruku pernah mengatakan bahwa setiap sesuatu yanga ada pada wanita itu menjadi menarik di mata laki-laki. Ujung kuku wanita saja dapat memancing syahwat laki-laki, apalagi bagian-bagian lain dari wanita yang memang secara langsung dapat menimbulkan syahwat yang besar.

Kamis, 05 Juli 2012

Jika Nanti Aku Punya...

Beberapa hari yang lalu...aku, Dita, dan Dian diundang oleh teman SMAku untuk rujakan di rumahnya. sebelumnya dia datang ke kosanku untuk mengundang kami semua (anak madura di kosanku) untuk rujakan, saking niatnya dia sampe beli buah-buahan dari kota Bogor. temenku ini emang kalau udah niat, dia bakal bener-bener tu melaksanakan keinginannya-salut-. nama temenku ini Deden, sebenernya dia orang Madura tapi ga tau kenapa namanya kayak orang Sunda ya :D. nah,,,pas dia dateng ke rumahku, ternyata teman-teman di kosan pada ga ada, cuma aku sendiri. Deden terlihat agak kecewa karena dia sudah bersusah payah beli buah-buahan ke kota, eh,,,yang mau di undang malah ga ada. aku, sebagai teman yang baik -he- memberikan solusi

"ya udah Den, ntar aku aja yang ngasih tau mereka...besok kalo emang ga ada agenda, kami ke rumahmu deh..."

"bener ya Dil...ajak yang lainnya juga ya...yang banyak ga papa,,,ni aku lagi ngidam  pengen banget rujakan, buahnya udah aku beli ni, mangga, nanas, dan timun"

"terus,,,besok kami bawa apa???"

"bawa diri aja"

Rabu, 04 Juli 2012

Gap yang Semakin Melebar

"kami tidak butuh orang yang wah,,,karena biasanya mereka lebih ribet dengan pikiran mereka sendiri, lebih baik orang yang simple, santai, dan bersungguh-sungguh. itu saja"

itulah petikan statusku di FB beberapa hari yang lalu, yah mungkin terdengar menjudge seseorang, padahal tidak. itu adalah ungkapan perasaanku melihat beberapa hal yang terjadi dan menjadi hal yang dianggap biasa di kampusku, atau mungkin di masyarakat umumnya telah berlaku seperti itu? entahlah, yang pasti aku tidak suka dengan sistem sperti itu. sistem apa? baiklah akan aku rincikan sistem apakah itu.

mungkin aku termasuk orang yang tidak suka "menganggap Wah" setiap sesuatu (ini hanya berlaku untuk makhluk ya) sebab bagiku setiap orang itu memilki kelebihan masing-masing yang berbeda dari yang lainnya, jadi untuk apa membedakan kalau yang ini Wah dan keren sedangkan yang lainnya cemen, tidak berkualitas dan lain-lain.

sepertinya tulisan ini makin membingungkan, maaf sebelumnya mungkin karena aku menulis dalam keadaan yang penuh luapan emosi yang bercampur aduk -he-. perasaan ini mulai aku rasakan ketika aku berdiskusi dengan dua orang kakak kelasku di sebuah stand Penyambutan mahasiswa baru. 2 kakak kelasku ini memang termasuk orang yang kocak namun pemikiran mereka sangat mendalam -kritis-. awalnya percakapan dimulai dengan gaya bercanda "Ala kami" anak madura apabila bertemu satu sama lain. namun gelak tawa dan bercandaan kami terhenti ketika 2 kakak kelasku ini melihat sesuatu yang aku pakai -something-. melihat something mereka langsung saja mem-bullyku. aku yang telah biasa dengan tingkah kocak dan aneh mereka tidak terlalu menghiraukan bercandaan mereka. namun, di tengah bercandaan mereka ada kalimat mereka yang menurutku menarik dan sesuai dengan apa yang ku rasakan selama ini.