Subscribe:

Kamis, 22 November 2012

Teman Unik


Hmmm…ga tau kenapa nih, tiba-tiba pengen cerita tentang salah satu teman satu Departemenku (Ilmu Ekonomi) yang akhir-akhir ini aku kagumi pemikirannya. Selain kagum, aku juga sering terinspirasi dengan pola pikirnya yang menurutku beda dengan orang pada umumnya. Kenapa beda? Karena menurutku jarang banget anak muda seumuran kami yang memilki pemikiran seperti dia, pokoknya pikiran orang ini ekonomi baget daah (maaf, jika agak berlebihan :D).
Salah satu contohnya nih, kita sebagai seorang mahasiswa yang umumnya memilki uang bulanan pas-pasan biasanya akan melakukan tindakan menghemat anggaran konsumsi (karena biasanya % pengeluaran ini yang paling besar) jika kita memilki keinginan untuk membeli sesuatu diluar anggaran rutin. Maka, tak jarang ada yang menurunkan kualitas makanan sehingga makanan yang dikonsumsi lebih murah. Bahkan, ada pula yang lebih ekstrim melakukan penghematan dengan cara mengurangi rutinitas makan yang awalnya 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari. Menanggapi tindakan-tindakan penghematan yang sering dilakukan mahasiwa tersebut, temanku yang satu ini langsung berceloteh:

kalau saya menginginkan sesuatu, saya tidak mau mengurangi tingkat konsumsi saya. Tapi saya akan berusaha mencari penghasilan agar keinginan saya tersebut tercapai. Mengurangi konsumsi itu hanya akan menyiksa diri.

            Mendengar pernyataannya tersebut, ~tingg…. Aku langsung sadar, bener juga ya. Kenapa aku tidak berpikir seperti itu juga? Memang, selama ini aku kadang suka melakukan hal yang tidak berbeda dengan apa yang dilakukan mahasiswa pada umumnya tersebut. Aku tidak berpikir untuk mencari jalan keluar yang lebih kreatif seperti temanku ini. So, berpikir lebih kreatif ke depannya ya :)terimakasih telah menginspirasiku kawan… 

*jika ada yang menganggap itu pemikiran biasa, tapi bagiku itu tetap pemikiran yang luar biasa. karena aku tak sampai berpikiran seperti itu. hehehe

Kamis, 15 November 2012

Semoga Dikuatkan


Rasulullah bersabda:
“kejarlah akhiratmu seakan-akan kau akan mati besok, dan kejarlah duniamu seakan-akan kau akan hidup selamanya”

            Ingat mati, itulah yang kadang terlupakan dalam keseharianku. Selalu merasa bahwa aku akan bisa membuka kedua mataku di esok hari. Sehingga apa yang aku prioritaskan seolah-olah hanya dunia semata. Padahal, bukankah setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian? Dan yang tau kapan kita akan mati hanyalah yang Maha tahu, yaitu Allah SWT.
            Allah mengingatkanku tentang mati melalui kejadian yang aku alami hari ini. Pagi ini aku memilki agenda jalan-jalan bersama anak-anak GASISMA (Keluarga Mahasiswa Madura) ke Kebun Raya Bogor (KRB). agenda ini kami lakukan untuk mengajak adek-adek mahasiswa baru untuk refreshing setelah ujian. Aku dan beberapa temanku berencana berangkat agak telat ke KRB karena kami masih ingin sarapan dulu.
            Ketika kami tiba di sana, salah satu temanaku mengatakan bahwa salah satu adek omda kami (namanya Ismi) mendapat musibah. Kami pun langsung kaget, musibah apa??? Temanku langsung bercerita bahwa adek laki-laki Ismi meninggal dunia karena kecelakaan (innalillahi wa inna ilaihi rojiuun). Aku dan teman-temanku langsung pergi menghampiri Ismi. Di sana, aku melihat Ismi menangis sedih dikerumuni teman-teman lain yang berusaha menguatkannya.

Senin, 29 Oktober 2012

Terkabul Melalui Berbagai Cara, So Take a Note


Hmm…besok ujian BLK (Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya), bosen baca slide terus –hehehe,,,males baca buku- jadi refreshing bentar dulu ah, nulis-nulis sesuatu. Apalagi slidenya pake B.inggris, jadi perlu bolak balik buka kamus bikin capek juga.
            Tidur-tiduran di kamar tiba-tiba ngelirik sesuatu yang tertempel di dinding kamar. 100 daftar impian Pradila Maulia yang aku buat sejak zaman TPB dan Alhamdulillah masih ada sampe sekarang. 100 impian tersebut aku buat ketika dulu dapet motivation training dari ust.Aris dan ngeliat video dari kak Danang gitu, jadi pengen buat –siapa tau bisa mengikuti jejak kesuksesan beliau, amin-. Lalu aku buat semua keinginan dan impian yang ingin aku capai waktu itu, dari yang terkecil hingga yang untuk masa depan banget. Target nikah? Ada juga –hehe, meskipun aku ubah tahunnya karena merasa terlalu cepat :D- totalnya ada 105 impian.
            Dulu ketika di Asrama TPB tepatnya di A1 kamar 127 lorong 10 –masih inget ternyata- aku menempel 105 daftar impianku di dinding dekat tempat tidur. Kebetulan tempat tidurku di ranjang atas jadi ketika aku tempel lumayan terlihat oleh orang-orang yang ada di bawah. Di salah satu daftar impianku ada beberapa impian yang aku tulis ngasal biar bisa nyampe 100 impian bahkan lebih. Nah… salah satu impian yang aku tulis adalah “Ingin Punya Baju tidur Baru” ecek-ecek banget ga sih impianku yang satu ini? -___-‘’

Kamis, 25 Oktober 2012

Sudah 3 Kali Idul Adha di Sini



Hari ini Alhamdulillah aku dan beberapa teman-teman kosan menjalankan puasa sunnah Arafah. Meskipun, niat puasaku bukan untuk puasa arafah. Tapi, buat ganti puasa bulan Ramadhan –hehe…hutangku masih tinggal 5 lagi- so, karena masih ada kewajiban yang belum ditunaikan, maka laksanakan yang wajib dulu, baru yang sunnah –betul?-. setelah aku dan teman2 berbuka puasa tiba-tiba terdengar suara sayup-sayup yang sangat menggetarkan hati.

“Allahu akbar3x…. Laa..ilaaha illallahu wallahu akbar…Allahu akbar wa lillahilham…”

Teman se-kosanku langsung berteriak “Huaaaa...takbir…” ada pula yang langsung menagis karena tidak bisa pulang ke kampong halaman dan merayakan idul Adha bersama keluarga. Aku sendiri? Tak tau kenapa, hatiku sempat merasa Nyessss…. Ada cipratan rasa sedih dan terharu mendengar suara takbir dari satu masjid yang tak jauh dari kosan. Tiba-tiba pikiranku terbayang ketika mendengar takbiran di rumah bersama keluarga. Yah, meskipun disini suasananya beda, kalau di rumah suara takbir sangat ramai bersaut-sautan karena rumahku di kelilingi masjid dari seluruh arah mata angin, jadi kerasaaa…bangeeet kalo lebaran. Ada rasa senang, tapi rasa senang yang berbeda dari rasa senang yang lain, senang tapi terharu, senang tapi sedih, senang tapi….banyak deh rasanya, campur aduk jadi satu.
Ini adalah idul Adha kali ketiga aku rayakan di tanah rantau, yup di Bogor. Tepatnya di Institut Pertanian Bogor (IPB) –pikiran langsung kebayang lagu dangdut…bang toyib…bang toyib… mengapa tak pulang-pulang…hahaha- yah,,,mirip dikit lah sama bang toyib, bedanya bang toyib cari nafkah untuk keluarga, aku cari ilmu untuk masa depan lebih baik -aseekk-. Meskipun udah kali ketiga, tetap saja ada rasa yang berbeda ketika mendengar takbir di tanah rantau –buat kalian yang anak rantau, ngerti kan???-.