Subscribe:

Rabu, 14 Maret 2012

struggle to UNAIR


PART I
            Nah...sekarang aku akan bercerita tentang UNAIR. Yup...tentang perjuanganku –dan teman-temanku tentunya- ke UNAIR –sesuai sama judul tulisan ini- perjuangan apa? Sebenarnya terlalu lebbay sih kalau dibilang perjuangan, karena ga sampe perang-perangan gitu :D. Perjuangan di sini maksudnya perjuanganku dan teman sekelompokku membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang kemudian kami kirim ke lomba karya tulis ilmiah nasional yang diadakan oleh UKM penalaran UNAIR. Nama lombanya AIRLANGGA IDEAS COMPETITION (AIC) 2011 –udah tahun kemaren sih...baru sempat nulis sekarang :D-.
            Cerita ini berawal ketika adekku -Dita- dan temanku -Ulvi- membawa informasi tentang lomba AIC ke kamarku. Mereka terlihat sangat antusias untuk mengikuti lomba ini -maklum mereka ini termasuk anak yang aktif dalam penulisan karya ilmiah sejak SMA-. Semangat mereka terlihat jelas ketika berdiskusi untuk mencari ide untuk penulisan karya ilmiah ini. bahkan, saking semangatnya mereka berencana untuk mengirimkan 2 karya ilmiah ke AIC –buat satu aja susah, ini malah mau ngirim dua...hadeuh...-. aku sendiri terkesan kurang tertarik untuk mengikuti lomba tersebut. Namun, karena melihat semangat mereka yang begitu besar, akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam tim J.  Pada suatu malam, kami bermusyawarah untuk menentukan ide apa yang akan kami tulis, dan akhirnya setelah diskusi yang culkup panjang dan melelahkan -hehe- kami putuskan untuk menulis tentang            PEMBUATAN SELAI BELIMBING WULUH BERBENTUK LEMBARAN –hore...- setelah proses ba bi bu penulisan, akhirnya karya tulis kami pun selesai. Sayangnya, kebiasaan mahasiswa Indonesia sangat melekat pada kami, yaitu menyelesaikan sesuatu pas pada deadline yang ditentukan. Yup, hari itu adalah hari terakhir pengriman KTI kami ke AIC. Setelah dimusyawarahkan, akhirnya kami memutuskan untuk mengirim KTI tersebut melalui JNE yang ada di dekat toko buku di kampus. Alhamdulillah...akhirnya KTI tersebut berhasil kami kirim pada hari itu juga –semoga cepat sampai. Amin...-
            Hasil seleksi AIC akan diumumkan seminggu setelah deadline. Kelompok yang masuk 10 besar semifinal harus mempresentasikan KTI secara langsung di UNAIR. Kami menunggu dengan penuh harap –lolos ga ya,,,?-. meskipun harap-harap cemas, namun kami tetap berusaha ikhlas karena semuanya telah diatur oleh ALLAH SWT. Kalau lolos ya...alhamdulillah, kalau ga lolos ya ga papa. Berarti kami harus berkarya lebih baik lagi J. Seminggu kemudian, ketika aku baru saja pulang kuliah dan mau masuk ke kamar, aku sangat terkejut karena Dita dan Ulvi bersorak-sorai karena KTI kami lolos masuk 10 besar semifinalis. Alhamdulillahirobbilalamin.... :)
  

1 komentar:

  1. Seneng ya, pengen mengulang lagi masa-masa itu, tapi sepertinya kita terlalu sibuk dengan kegiatan kita masing-masing

    BalasHapus